Selasa, 25 Januari 2011

Menangis di Malam Pertama



"Saat malam pertama... aku menangis," kata seorang rekan kerja bercerita kepada kami. Suasana santai pada waktu itu mendadak berubah mendengar penuturannya. Sebagian dari kami sudah tidak sabar untuk tahu apa sebabnya. Menghela nafas panjang, ada apakah gerangan. Mengapa seorang laki-laki menangis di saat-saat yang seharusnya membahagiakan seperti itu?

"Kenapa kau malah menangis di saat bahagia seperti itu?," akhirnya keluar juga pertanyaan itu. Pertanyaan yang sebetulnya ada dalam diri semua orang yang mendengar cerita ini.

"Aku menangis karena terbebani dengan pikiran bagaimana caraku mengembalikan hutang untuk resepsi siang tadi." Jawabnya polos. Setelah itu ia pun meneruskan ceritanya lebih detail. Tentang resepsi pernikahannya yang menghabiskan biaya besar. Tentang kemampuan finansialnya saat itu. Sudah berlalu beberapa tahun memang. Tapi ia baru menceritakannya di kesempatan ini.

Ada sebuah hikmah berharga dari apa yang dia yang dialami kawan saya tadi. Banyak kita dapatkan kejadian yang hampir sama. Mungkin hanya keberadaan tangisnya yang berbeda. Karena tuntutan sosial, gengsi, atau keinginan agar menjadi momen luar biasa yang tiada taranya, kita terjebak pada sikap berlebih-lebihan saat melangsungkan walimah; resepsi pernikahan.

Maka tidak sedikit yang kemudian memilih gedung megah untuk pernikahannya. Membuat undangan yang lux dan mahalnya luar biasa. Dekorasi kelas tinggi dengan segala ornamennya yang gemerlap. Bahkan menambahkan acara hiburan dalam walimah itu sebagai suguhan yang mengundang decak kekaguman. Semuanya menjadi memberatkan. Kemampuan finansial sebenarnya belum menjangkaunya. Tapi demi motif yang melatarinya, ia pun rela berhutang. "Biarpun resikonya harus melunasi selama bertahun-tahun," begitu tekad awalnya, "akan kulakukan". Maka yang terjadi kemudian adalah penyesalan...

Ada juga yang memiliki keinginan seperti itu tapi belum genap keberanian sehingga langkahnya masih terhenti. Dalam pikiran ia telah memiliki ruang harapan sekelas itu, namun kekhawatiran masih menggelayuti. Biasanya terjadi pada mereka yang kemampuan finansialnya lebih rendah lagi. Maka akibatnya adalah menunda genapnya separuh agama itu. Menunda dan menundanya lagi. Untuk mahar sebenarnya tidak ada masalah karena budaya Indonesia tidak seperti budaya Arab yang mensyaratkan mahar bernilai puluhan juta. Kemampuan memberikan nafkah kebutuhan primer pun sebenarnya sudah dimiliki. Namun mereka tidak berani melakukan akad mulia yang digambarkan sebagai mitsaqan ghaliidha itu karena dihantui pikirannya sendiri. Ia belum mampu membiayai walimah sekelas bayangan yang selalu menghiasi hari-harinya.

Entah dari mana asal muasal walimah mewah yang justru memberatkan atau malah membuat takut menikah seperti itu. Yang jelas, walimah di dalam Islam yang terpenting adalah i'lan-nya: pengumuman pernikahan, sehingga masyarakat tahu bahwa lelaki muslim dan wanita muslimah telah menikah, menjadi keluarga baru.

Maka kita pun mendapatkan banyak riwayat betapa simple-nya walimah di zaman Rasulullah. Mudah, ringan. Tidak memberatkan. Murah, tetapi tetap meriah. Misalnya ketika Abdurrahman bin Auf menikah. Rasulullah memerintahkannya mengadakan walimah: "Adakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing." Begitu sabda beliau. Saat itu Abdurrahman bin Auf sedang merintis bisnisnya di Madinah. Sebelumnya ia orang yang kaya raya. Kelak juga menjadi orang yang lebih kaya raya lagi; raja bisnis di Madinah. Rasulullah tahu potensi Abdurrahman bin Auf seperti itu. Namun beliau tidak pernah menyuruh Abdurrahman bin Auf menggelar walimah besar-besaran entah dengan hutang atau apa, toh Abdurrahman bin Auf punya potensi membayarnya. Tidak. Rasulullah tidak pernah menyuruhnya berhutang.

Demikian pula kebiasaan Rasulullah sendiri. Dengarlah Anas bin Malik radhiyallaahu anhu menceritakan: "Tidaklah aku saksikan bagaimana Rasulullah menyelenggarakan walimah untuk istri beliau seperti yang aku saksikan saat beliau menikahi Zainab. Baliau menyembelih seekor kambing." Hadits riwayat Imam Bukhari ini menyiratkan betapa walimah dengan seekor kambing sudah termasuk istimewa. Betapa sederhananya dibandingkan relaitas kita hari ini.

Maka bagi Antum yang belum menikah, sesuaikanlah walimah dengan kemampuan finansial antum dan jangan berlebih-lebihan. Semoga tidak ada lagi pengantin yang menangis di malam pertama karena mikir walimah. Dan semoga bukan alasan walimah yang membuat sebagian kita belum juga menikah. [Muchlisin]

Rabu, 15 Desember 2010

Nikah, Tika Harus Menunggu Daulah


Nikah, sebuah keinginan yang tidak dapat diduga tibanya. Adakalanya cepat dan adakalanya lambat bagai menanti bulan jatuh ke riba. Keinginan untuk menikah seiring dengan meningkatnya usia dan kematangan jiwa. Adapula yang usia telah mencecah kepala 3 atau 4 masih juga belum mempunyai keinginan untuk menikah. Sebaliknya ada yang masih usia belasan tahun atau awal 20-an sudah siap untuk menjejaki alam rumahtangga yang penuh mencabar ini.

Entah, nikah sudah tentu tidak semudah kita melontarkan kata-kata. Hari ini berkeinginan, besoknya nikah. Yang pasti, ujian bagi insan-insan yang ingin membina rumahtangga ini tidak kecil. Ia boleh jadi masalah yang menyerabutkan kepala, memeningkan minda, dan boleh jadi akibat dari masalah yang satu ini kehidupan anda rotate 180 degree. Hehehe.

Oklah, saya sendiri tak terlalu ambil kisah jika yang tidak punya keinginan untuk nikah. Bak kata ustaz saya. Life is by your choice. Kehidupan seperti apa yang anda pilih. Namun yang meletakkan agama sebagai sandaran, nikah menjadi salah satu agenda utama dalam kehidupan. Kenapa? Bukankah Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang tidak mengikuti sunnahku maka bukan dari ummatku!

Sebagai pencinta kepada Rasulullah SAW, kita pasti ingin mengikuti setiap langkah dari sunnahnya. Bukankah begitu? Lalu di sinilah letaknya persoalan. Ada yang ingin menikah lalu Allah permudahkan urusannya dan ada juga yang ingin menikah namun dipersulitkan. Yang dipermudahkan maka bersyukurlah kalian kepada Allah SWT yang telah mengurniakan nikmat yang tiada hingga. Dia telah memberikan kalian jalan untuk menundukkan pandangan dan menjaga maruah kalian dari tercemar debu-debu dosa.

Bagaimana pula yang ingin menikah lalu timbul halangan di sana-sini. Nah, disinilah focus point (bukan kedai cermin mata yaaa…) nya. Ketika sedang browsing-browsing dalam kedinginan pagi ditemani rintik-rintik hujan, saya pun teringat. Ya, zaman ini memang agak sedikit sulit bagi kita untuk menegakkan sunnah. Halangan di sana-sini, apalagi dalam sunnah yang dianjurkan ini (baca: nikah).

Kenapa? Kenapa sebuah kebaikan itu perlu dihalang-halang? Jawapannya adalah, pertama, kerana kita tidak siap untuk memindahkan diri (bagi yang menikah) dan anak-anak (bagi ibu bapa) dari fase dibawah jagaan kepada jagaan yang lain atau menjaga anak orang. Jika ibu bapa yang sudah merasa mempunyai kesiapan mental dan fizikal, telah memberikan didikan agama, kemahiran rumahtangga yang cukup kepada anak-anak, maka para ibu bapa akan tahu bahawa pernikahan bukan bermakna anak mereka dibawa lari orang atau anak mereka membawa lari orang, tetapi sebuah pernikahan adalah bertambahnya ahli keluarga, menambah networking (jalinan ukhwah), menambah bilangan umat Rasulullah, melaksanakan sunnah Rasulullah dan menguatkan ikatan agama antara satu sama lain. Lalu, kenapa pernikahan dianggap satu beban? Bukankah di zaman Rasulullah pernikahan itu sederhana, mudah dan barokah. Lalu apa yang kita cari di zaman sekarang wahai muda-mudi dan para ibu bapa?

Tika itu juga terlintas sebuah jawapan di fikiran. Ya, jika zaman ini tidak dapat memudahkan insan-insan yang ingin menegakkan sunnah, maka kita tunggu datang daulah khilafah. Jangan kalian menyangka ini hanyalah perkara utopia. Semua orang tahu bahawa sejarah pasti berulang, maka kegemilangan Islam pasti akan kembali seperti mana di zaman Rasulullah dan para sahabat. Saat daulah tertegak, maka manusia yang adil dan mengikuti hukum Allah SWT akan memerintah bumi ini. Masih adakah yang ingin berlaku zalim trerhadap sesama? Masih adakah yang sanggup mendewakan kehidupan hendonisme atau kehidupan sekuler? Saya pasti tidak akan ada lagi manusia-manusia hendonis dan manusia-manusia sekularis yang berani untuk melontarkan ideologi mereka yang aneh. Jika saat ini saya dianggap aneh, biarlah, kerana anehnya saya kerana Islam. Jika nikah harus menunggu terbitnya atau tegaknya daulah, maka biarlah waktu itu tiba. Masa tidak akan lama, mungkin 4 atau 5 tahun lagi mengikut perencanaan para mujahidin sedunia! Allahu mustaan!

Minggu, 07 November 2010

Istana Mujahidah Shop!

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Alhamdulillah ala kulli hal, ana dalam keadaan baik insha Allah. Akhir-akhir ne ana dapat banyak respon tentang istana mujahidah shop. Alhamdulillah! ana bersyukur kerana tanpa promosi besar-besaran ada yang berminat nak beli juga di shop ana. Insha Allah, Istana Mujahidah sedang mempersiapkan barang-barang jualan dan kedai akan dibuka dalam waktu terdekat biiznallah! :) Jadi yang menunggu harap bersabar ya. Semoga kita dapat beramal dalam kebaikan. Insha Allah... Tarikh launching akan ana nyatakan dalam waktu terdekat.

Al Faqir illallah...

Sakinah Muhammad.

Kamis, 14 Oktober 2010

Dimana Antum??

Ya hayyun ya Qoyyum
dimanakah syabab yang gagah berani
menebar suaranya
melantunkan kebenaran
bahwa
umat ini sedang di gubuk derita!
penghancuran jiwa di mana-mana
umat ini di racun otaknya
di ambil haknya
di cabik-cabik kehormatannya

ya Hayyun ya Qoyyum
di sana
jauh di pendalaman yang tak terjangkau pandangan
jauh di pendalaman yang tiada kemewahan
saudara-saudaraku
aqidahnya di goyah
aqidahnya di gadai
demi sebutir beras
demi sebungkus mee
demi setin susu
demi sepeseri uang
lalu di manakah syabab yang mengaku pejuang??

ya Hayyun ya Qoyyum
sedang apakah para syabab ini
tidak sadarkah mereka tanggungjawab yang dibebankan olehMu

hanya segelintir dari mereka
berjuang menggunakan pena
berjuang mengangkat senjata
berjuang dengan lisannya
berjuang dengan hartanya
itu hanya segelintir
tidak sampai separuh dari syabab ini yang prihatin

Oh alangkah enaknya
tidur di permaidani yang empuk
beralaskan jalinan benang dari tangan-tangan mereka yang tidak mengenal Islam

Oh alangkah enaknya
menikmati kemudahan teknologi
yang dibuat dari tangan-tangan mereka yang membenci Islam

Oh alangkah enaknya
menikmati makanan-makanan segera KPC, McD, Pizza dan Cola-cola
yang hasilnya buat melenyapkan umat ini!

Oh alangkah enaknya
enaknya semua kenikmatan yang ada
nikmat yang perlahan-lahan menutupi mata hati kita

ya Hayyun ya Qoyyum
apakah para syabab ini menunggu di hancurkan
menjadikan penderitaan dan kekalahan ini sebagai tontonan

ya Hayyun ya Qoyyum
biarkanlah mereka terleka, lena dan alpa
namun
bangkitkan mereka yang siaga
masukkanlah mereka yang tidak sampai setengah dari umatMu ini
yang mau berjuang dan terbuang
ke dalam golongan yang menjadi sebagian dari janjiMu
mereka yang berjuang dengan hati, lisan dan tangannya
demi izzah deenMu yang mulia.

Minggu, 10 Oktober 2010

HODDIE IRAQ




Code : IAI (with hoodie & zipp)
Colour : Black with Variation Grey
Note: al-jaisyu al-islamu fil iraq = tentara islam di Iraq = islamic army in iraq...
Material : Baby Teri Cotton
Print : Foam + Rubber
Price : RM 75 (include shipping)



Minggu, 03 Oktober 2010

Niqob 3 Layers

Alhamdulillah, kita masih diberi keistiqomahan dalam beragama. Bagaimana kabar antunna sekalian? Ada peningkatan tidak dalam kehidupan seharian kita?

Seperti yang ana janjikan, hari ini akan postingkan beberapa gambar bekenaan dengan niqob 3 layers. Niqob jenis ini kebanyakkannya dipakai oleh wanita timur tengah dan eropah. Agak susah kalau kita nak lihat orag Asia yang pakai. Kenapa? mungkin inilah yang dikatakan sebagai "environment" atau persekitaran dalam bahasa melayu...

Orang melayu biasa mengenakan pakaian tradisional seperti baju kurung, kebaya dan lain-lain. Jadi apabila masuk budaya arab, mungkin ia akan kelihatan aneh dan asing. Namun perlu diingatkan bahawa, ia bukan semata-mata budaya, tetapi ia merupakan tuntutan yang harus kita patuhi -tuntutan yang dikatakan adalah menutup aurat sedangkan pemakaian niqob adalah sunnah :)-

Sebelum ana membebel panjang lebar, mari cekidot contoh pemakai niqob 3 layers ini;



Nah, bagaimana? mungkan ada yang akan berkata, seramlah.... ihhhh tak panas ke pakai macam tu? heeee... Sejujurnya, tidak ada kata panas dan tidak selesa apabila kita memakai pakaian ini dengan kehendak dan rasa sukarela.

Lupakan propaganda barat yang mengatakan hijab, purdah, niqob dan sebagainya menyekat kebebasan para wanita. TIDAK! ia malah menjadi pelindung bagi para wanita tersebut. Alhamdulillah, apa yang ana tuliskan ini bukan semata-mata ocehan dan kata2 tanpa makna, tapi ia merupakan pengalaman peribadi ana sendiri.

Bagi yang ada keinginan untuk menjaga diri, ana persilakan jika antunna mengenakan niqob. TAPI! jika niat antunna ingin menunjuk-nunjukka dan sebagainya.... Maka ana ingin katakan disini! luapkan niat kalian itu, kerana perbuatan memakai niqob kerana menunjuk-nunjuk hanya akan memburukkan lagi imej Islam!

Di bawah ini merupakan contoh kain dan bagian-bagian bagi niqob 3 layers.





Semoga kita dapat memperbaiki niat kita setiap hari. :) Jadilah wanita solehah, mukminah dan mujahidah yang dicintai oleh penduduk langit dan bumu. Insha Allah nanti ana akan tunjukkan 1 lagi contoh niqob iaitu niqob yang sering dipakai oleh wanita Malaysia.

Ilalliqo'. :)

Kamis, 30 September 2010

Niqob 2 Layers

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Alhamdulillah, kita semua masih diberi keistiqomahan dalam beragama... mensyukuri nikmat Iman dan Islam yang diberi oleh Allah SWT.

Bagaimana keadaan akhowati sekalian? Makin meningkatkah iman kita? semakin cintakah kita kepada Islam? Smg kita sentiasa mendapat petunjuk dari Allah SWT dalam setiap tindak tanduk dan perilaku kita...

Ha.. beberapa hari lepas saya publis tentang niqob 1 layer... macam mana? berkenan tak? Sekarang saya nak tunjukkan pula... contoh niqob 2 layer. Cekidot foto-foto yang dibawah ini. :)




Niqob yang ana tunjukan ini ada permata dibawahnya, Jadi si pemakai akan kelihatan cantik dan elegan setaip kali mengenakkannya.





Syariat pemakaian niqob ini adalah untuk memelihara kaum wanita dari fitnah. Kecantikan seorang wanita juga adalah subjektif... Jadi boleh jadi cantik di mata si A tidak sama dengan canti di mata si B.

Ianya bukan sekadar ingin menutup keindahan semata-mata (agar dipertontonkan kepada yang berhak) tetapi ia juga dapat membantu seorang wanita itu agar menjaga pandangan. :) Mata yang liar akan membuatkan hati kita menjadi liar, namun jika kita dapat menjaga mata, maka sekaligus (insha Allah) hati kita akan turut terjaga...

Insha Allah, posting berkenaan dengan niqob ini akan bersambung... Jangan lupa untuk lihat-lihat di posting ini... Akan datang saya akan menunjukkan contoh niqob 3 layers dan yang biasa dipakai oleh wanita muslimah Malaysia...

Ilaliqo' :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Syukran ala ziaroh... :)