Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2011

Adillah Terhadap Kami

Kami dilahirkan diatas muka bumi ini. Suci, bersih dan kalianlah yang mencorakkan warna keatas diri kami.

Kau corakkan dengan warna putih, maka jadilah aku seorang yang Muslim

Kau corakkan dengan warna kelabu, maka jadilah aku abu-abu seperti Yahudi dan Nasrani

Kau corakkan dengan warna hitam, maka jadilah aku manusia yang tidak percayakan tuhan

Adillah terhadap kami wahai orantua...

Di awal kelahiran kami maka kenalkan kami pada Tuhan yang Satu
Jadikanlah manusia Muwahhid dan Muwahhidah
Jadikanlah kami Soleh dan Solehah
Jadikanlah kami Mujahid dan Mujahidah

Jangan kau jadikan kami hamba kepada ringgit, rupiah, dollar, dinar atau sebagainya
Jangan kau jadikan kami hamba kepada dunia yang sementara
Jangan kau jadikan kami hamba kepada nafsu serakah

Didiklah kami menjadi manusia tawadhu dan bertaqwa
Merasa cukup dengan apa yang ada

Salurkan nafsu kami kepada perkara yang berguna
Didik hati kami menghindari perkara yang hina

Sementara...

Dunia masih bernyawa
dan kiamat belum tiba

Faqir Ilallah
Ummu Sakinah Muhammad

Kamis, 14 Oktober 2010

Dimana Antum??

Ya hayyun ya Qoyyum
dimanakah syabab yang gagah berani
menebar suaranya
melantunkan kebenaran
bahwa
umat ini sedang di gubuk derita!
penghancuran jiwa di mana-mana
umat ini di racun otaknya
di ambil haknya
di cabik-cabik kehormatannya

ya Hayyun ya Qoyyum
di sana
jauh di pendalaman yang tak terjangkau pandangan
jauh di pendalaman yang tiada kemewahan
saudara-saudaraku
aqidahnya di goyah
aqidahnya di gadai
demi sebutir beras
demi sebungkus mee
demi setin susu
demi sepeseri uang
lalu di manakah syabab yang mengaku pejuang??

ya Hayyun ya Qoyyum
sedang apakah para syabab ini
tidak sadarkah mereka tanggungjawab yang dibebankan olehMu

hanya segelintir dari mereka
berjuang menggunakan pena
berjuang mengangkat senjata
berjuang dengan lisannya
berjuang dengan hartanya
itu hanya segelintir
tidak sampai separuh dari syabab ini yang prihatin

Oh alangkah enaknya
tidur di permaidani yang empuk
beralaskan jalinan benang dari tangan-tangan mereka yang tidak mengenal Islam

Oh alangkah enaknya
menikmati kemudahan teknologi
yang dibuat dari tangan-tangan mereka yang membenci Islam

Oh alangkah enaknya
menikmati makanan-makanan segera KPC, McD, Pizza dan Cola-cola
yang hasilnya buat melenyapkan umat ini!

Oh alangkah enaknya
enaknya semua kenikmatan yang ada
nikmat yang perlahan-lahan menutupi mata hati kita

ya Hayyun ya Qoyyum
apakah para syabab ini menunggu di hancurkan
menjadikan penderitaan dan kekalahan ini sebagai tontonan

ya Hayyun ya Qoyyum
biarkanlah mereka terleka, lena dan alpa
namun
bangkitkan mereka yang siaga
masukkanlah mereka yang tidak sampai setengah dari umatMu ini
yang mau berjuang dan terbuang
ke dalam golongan yang menjadi sebagian dari janjiMu
mereka yang berjuang dengan hati, lisan dan tangannya
demi izzah deenMu yang mulia.

Selasa, 17 November 2009

Pelaminan Syurga...


Seandainya engkau tahu
Wahai kekasihku
aku bukanlah Sumayyah yang tangguh
merelakan anak, dan suami
mengejar kematian demi menghirup wewangian Firdausi

kerana,
aku hanyalah seorang isteri
yang butuhkan cinta dan kasih sayang
yang memerlukan didikan dan tarbiyah
darimu yang bergelar suami

tetapi,
ketika wanginya darah para syuhada dan
senandung cinta medan Jihad
membuatmu mabuk kepayang akan syurga
aku tidak lagi mampu menahan
keingananmu untuk meraih CintaNya

aku relakan cintaku tinggal disini
bersama permata-permata yang telah kau amanahkan
yang kelak akan kudidik
menjadi singa-singa yang gagah berani sepertimu
mengikuti jejak abinya yang tercinta

Engkau pergi dalam bentuk jasadi
Tetapi kau hidup dalam Ruh-ruh kami


"syukran ya Robb kerana kau memilihnya sebagai syuhada"

Besarnya cintamu padaNya
Pada DeenNya
Mengalahkan secuil kasih dan cintaku ini
Kau pergi mencari mahar

Buat meraih pelaminan syurga nan indah
Nantikan aku wahai mujahidku
Nantikan aku sebagai bidadarimu

Kerana
Wanginya kasturi Firdausi
Mula merasuki jiwaku


Based on the true story of Ummu bakr, as Syahid (Insya Allah) Jamal Manshur wife. One of the Mujaheed Palestine.

original by me

Rabu, 11 November 2009

Dimanakah Abi



dalam damai teratak sepi
menjelma pertanyaan menyingkap hati
bermainlah pilu sang isteri
membelai pipi permata suci

ummi dimanakah abi
bergetarlah bibir mencari
perlukah ku kisahkan apa yang terjadi
pada si kecil yang ingin mengerti
sayang abi kekasih ummi
pergi mencari cinta ilahi

tidurlah sayang....
dodoikan bersama zikir mendamaikan
bangunmu esok menjadi pejuang mujahid sepanjang zaman

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Syukran ala ziaroh... :)