Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Oktober 2010

Niqob 3 Layers

Alhamdulillah, kita masih diberi keistiqomahan dalam beragama. Bagaimana kabar antunna sekalian? Ada peningkatan tidak dalam kehidupan seharian kita?

Seperti yang ana janjikan, hari ini akan postingkan beberapa gambar bekenaan dengan niqob 3 layers. Niqob jenis ini kebanyakkannya dipakai oleh wanita timur tengah dan eropah. Agak susah kalau kita nak lihat orag Asia yang pakai. Kenapa? mungkin inilah yang dikatakan sebagai "environment" atau persekitaran dalam bahasa melayu...

Orang melayu biasa mengenakan pakaian tradisional seperti baju kurung, kebaya dan lain-lain. Jadi apabila masuk budaya arab, mungkin ia akan kelihatan aneh dan asing. Namun perlu diingatkan bahawa, ia bukan semata-mata budaya, tetapi ia merupakan tuntutan yang harus kita patuhi -tuntutan yang dikatakan adalah menutup aurat sedangkan pemakaian niqob adalah sunnah :)-

Sebelum ana membebel panjang lebar, mari cekidot contoh pemakai niqob 3 layers ini;



Nah, bagaimana? mungkan ada yang akan berkata, seramlah.... ihhhh tak panas ke pakai macam tu? heeee... Sejujurnya, tidak ada kata panas dan tidak selesa apabila kita memakai pakaian ini dengan kehendak dan rasa sukarela.

Lupakan propaganda barat yang mengatakan hijab, purdah, niqob dan sebagainya menyekat kebebasan para wanita. TIDAK! ia malah menjadi pelindung bagi para wanita tersebut. Alhamdulillah, apa yang ana tuliskan ini bukan semata-mata ocehan dan kata2 tanpa makna, tapi ia merupakan pengalaman peribadi ana sendiri.

Bagi yang ada keinginan untuk menjaga diri, ana persilakan jika antunna mengenakan niqob. TAPI! jika niat antunna ingin menunjuk-nunjukka dan sebagainya.... Maka ana ingin katakan disini! luapkan niat kalian itu, kerana perbuatan memakai niqob kerana menunjuk-nunjuk hanya akan memburukkan lagi imej Islam!

Di bawah ini merupakan contoh kain dan bagian-bagian bagi niqob 3 layers.





Semoga kita dapat memperbaiki niat kita setiap hari. :) Jadilah wanita solehah, mukminah dan mujahidah yang dicintai oleh penduduk langit dan bumu. Insha Allah nanti ana akan tunjukkan 1 lagi contoh niqob iaitu niqob yang sering dipakai oleh wanita Malaysia.

Ilalliqo'. :)

Jumat, 26 Februari 2010

Cinta dan Harapan


Siapa kata cinta itu haram? tidak... Cinta itu tidak haram malah di dalam al Quran Allah s.w.t. berfirman... "maka nikahilah dengan wanita-wanita yang kamu cintai..."

Allah s.w.t menjadikan mata untuk melihat dan di manfaatkan untuk beribadah kepadaNya. Mata merupakan nikmat Allah yang sangat indah, kerana dari mata maka timbul cinta. Namun dari mata juga dapat timbulnya benci. Maka, Allah memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan dari melihat hal-hal yang berbau maksiat kerana selepas mata maka pandangan itu akan turun ke hati. Jika kita melihat sesuatu yang buruk dan dosa maka akan busuk jugalah hati kita. Subhanallah... indahnya aturan yang telah Allah s.w.t tetapkan.

Begitu juga dengan tangan, kaki, mulut, telinga, lidah, hidung, kaki.... Semuanya ada fungsi yang Allah sediakan. Semua indra yang Allah berikan ini dapat mendorong kita untuk menghasilkan cinta. Namun cinta yang bagaimana?

Ingatkah kita pada sejarah Fatimah Az zahra' dan Ali bin Abi tholib. Begitu lama Fatimah menyimpan cintanya kepada Ali kerana ingin menjaga hatinya. Semua lamaran 3 khalifah besar dan sahabat terdekat ayahnya iaitu baginda Rasulullah s.a.w di tolak dan menunggu lamaran dari Ali, anak angkat ayahnya.

Dengan CINTA dan HARAP... Maka akhirnya cinta itu berbuah juga, Ali dengan gagahnya melamar Fatimah, puteri kesanyangan Rasulullah s.a.w. Begitu suci Fatimah menjaga cintanya sehingga membuatkan Ali karamullahu wajhah berani untuk maju melamar Fatimah.

Begitulah cinta yang di ajarkan Islam, Islam tidak sama sekali melarang cinta, namun islam melarang kita menodai cinta.

Lihatlah bagaimana Rasulullah mencintai isteri-isterinya... berhadapan dengan pelbagai kerenah dan sikap, apalagi cemburu yang kadang tidak terkendali. Namun, kerana akhlah Rasulullah yang mulia maka semua isterinya dapat baginda tangani dengan baik.

Masih adakah rijal seperti Rasulullah? Saat saya bertanya kepada teman saya, beliau menjawab, "yang sama persis seperti Rasulullah tidak ada... tetapi yang berusaha mencontohi Rasulullah, Insya Allah ada..."

Subhanallah... betapa indahnya cinta keranaMu...

Senin, 16 November 2009

Kendalikan Cemburumu...!!

Bismillahhirrahmannirrahim.....

Cemburu itu perlu dan pasti ada dalam setiap diri insani (baik itu wanita ataupun pria). Tapi bagaimana mengendalikan perasaan cemburu ini? Hmm, dibawah ini ada nasihat yang cukup menarik untuk disimak.

Sebagaimana fenomena yang kita lihat dalam kehidupan rumah tangga pada umumnya, tampaklah bahwa sifat cemburu itu sudah menjadi tabiat setiap wanita, siapapun orangnya dan bagaimanapun kedudukannya. Akan tetapi, hendaklah perasaan cemburu ini dapat dikendalikan sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan masalah yang bisa menghancurkan kehidupan rumah tangga.

Berikut beberapa nasihat yang perlu diperhatikan oleh para isteri untuk menjaga keharmonisan kehidupan rumah tangga, sehingga tidak ternodai oleh pengaruh perasaan cemburu yang berlebihan.

* Seorang isteri hendaklah bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersikap pertengahan dalam hal cemburu terhadap suami. Sikap pertengahan dalam setiap perkara merupakan bagian dari kesempurnaan agama dan akal seseorang. Dikatakan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha: “Hai ‘Aisyah, bersikaplah lemah-lembut, sebab jika Allah menginginkan kebaikan pada sebuah keluarga, maka Dia menurunkan sifat kasih-Nya di tengah-tengah keluarga tersebut. Dan sepatutnya seorang isteri meringankan rasa cemburu kepada suami, sebab bila rasa cemburu tersebut melampaui batas, bisa berubah menjadi tuduhan tanpa dasar, serta dapat menyulut api di hatinya yang mungkin tidak akan pernah padam, bahkan akan menimbulkan perselisihan di antara suami dan melukai hati sang suami. Sedangkan isteri akan terus hanyut mengikuti hawa nafsunya.* Wanita pencemburu, lebih melihat permasalahan dengan perasaan hatinya daripada indera matanya. Ia lebih berbicara dengan nafsu emosinya dari pada pertimbangan akal sehatnya. Sehingga sesuatu masalah menjadi berbalik dari yang sebenarnya. Hendaklah hal ini disadari oleh kaum wanita, agar mereka tidak berlebihan mengikuti perasaan, namun juga mempergunakan akal sehat dalam melihat suatu permasalahan.

* Sepatutnya seorang wanita yang sedang dilanda cemburu dianjurkan agar dapat menahan dirinya. Dari kisah-kisah kecemburuan sebagian isteri Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, bisa diambil pelajaran berharga, sehingga perasaan cemburu tersebut tidak mendorongnya melakukan pelanggaran syari’at, berbuat zhalim, ataupun mengambil sesuatu yang bukan haknya. Maka janganlah mengikuti perasaan secara membabi buta.

* Seorang isteri yang bijaksana, ia tidak akan menyulut api cemburu suaminya. Misalnya, dengan memuji laki-laki lain di hadapannya atau menampakkan kekaguman terhadap laki-laki lain di hadapannya atau menampakkan kekagumman terhadap laki-laki lain, baik pakaiannya, gaya bicaranya, kekuatan fisiknya dan kecerdasannya. Bahkan sangat menyakitkan hati suami, jika seorang isteri membicarakan tentang suami pertamanya atau sebelumnya. Rata-rata laki-laki tidak menyukai itu semua. Karena tanpa disadarinya, pujian tersebut bermuatan merendahkan kejantanannya, serta mengurangi nilai kelaki-lakiannya, meski tujuan penyebutan itu semua adalah baik. Bahkan, walaupun suami bersumpah tidak terpengaruh oleh ungkapannya tersebut, tetapi seorang isteri jangan melakukannya. Sebab, seorang suami berat melupakan itu semua.

* Ketahuilah wahai para isteri! Bahwa yang menjadi keinginan laki-laki di lubuk hatinya adalah jangan sampai ada orang lain dalam hati dan jiwamu. Tanamlah dalam dirimu bahwa tidak ada lelaki yang terbaik, termulia, dan lainnya selain dia.

* Wahai para isteri! Jadikanlah perasaan cemburu kepada suami sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepadanya. Jangan menjadikan ia menoleh kepada wanita lain yang lebih cantik darimu. Berhias dirilah, jaga penampilan di hadapannya agar engkau selalu dicintai dan disayanginya. Cintailah sepenuh hatimu, sehingga suami tidak membutuhkan cinta selain darimu. Bahagiakan ia dengan seluruh jiwa, perasaan dan daya tarikmu, sehingga suami tidak mau berpisah atau menjauh darimu. Berikan padanya kesempatan istirahat yang cukup. Perdengarkan di telinganya sebaik-baik perkataan yang engkau miliki dan yang paling ia senangi.

(Refrensi bacaanku, 28 dzul qo'dah 1430 H, 11:16am)

sumber: http://tazkiatunnafs.multiply.com/journal/item/645/NASIHAT_BAGI_WANITA_DALAM_MENGENDALIKAN_PERASAAN_CEMBURU

Minggu, 15 November 2009

Buat Calon Pengantin


Ingat, tidak ada manusia sempurna di bumi ini, kita harus mau menerima kelebihan dan kekurangan pasangannya. ..

Mengarungi kehidupan tidak mudah, banyak onak dan duri...

Harta benda tak menentukan kebahagiaan, tetapi saling pengertian lebih penting...

Jangan ingin menang sendiri, tetapi bermusyawarah dalam menghadapi masalah...

Buang jauh-jauh membandingkan pasangan Anda dengan orang lain...

Haram punya pikiran untuk bercerai, meski ada persoalan dalam keluarga...

Suami adalah pemimpin dan istri adalah penolong yang sepadan...

Jangan lupa berikan ciuman kasih sayang kepada suami atau istrimu...

Atur keuangan yang baik, pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan.. .

Dekat selalu kepada Allah jangan lupakan segala kebaikan-Nya. ..

Bermasyarakat yang baik dan rukun dengan siapa saja...

Hormati kedua orang tuamu, mertua dan seluruh keluarganya. ..

Didik anakmu dengan baik, jangan dimanja, tetapi sayangi dan tidak menyakiti hatinya...

Tunjukkan kepedulianmu kepada sesama, murah hati dan rendah hati...

Ingat selalu, bumi ini hanya tempat sementara...

Jangan ingin cepat kaya, karena akan membuat jatuh dalam masalah. Harta benda diberikan Allah kepada semua orang
yang mengasihi-Nya...

Bersuka-citalah senantiasa dalam segala hal dan tetap muliakan Allah...

Copy di salah satu blog wordpress, lupa sumbernya. T-T

Rabu, 11 November 2009

Nasihat Seorang Ibu Tentang Cinta

Kisah ini datang dari lubuk hati saya sendiri, apa yang saya rasa dan apa yang saya alami sendiri. Saya tidak bermaksud untuk mengeluh apatah lagi mengingkari apa yang telah Allah s.w.t tetapkan kepada saya dan kita semua orang yang beriman dengan-Nya. Kisah ini saya
khabarkan agar apa yang saya lalui tidak berlalu begitu saja tanpa saya kongsi dan tanpa saya rekodkan sebagai panduan bagi diri saya sendiri untuk hari-hari kemudian.

Saya sama seperti orang lain, punya keinginan untuk menyayangi dan disayangi. Walau bagaimanapun, tidak mudah bagi saya untuk jatuh hati pada seorang wanita. Saya tidak mencari seorang wanita untuk dijadikan kekasih, tetapi saya mencari seorang teman pendamping
hidup saya hingga ke akhir hayat saya. Seorang yang boleh mengingatkan saya kiranya saya terlupa, dan yang paling penting wanita yang amat saya percayai untuk mendidik anak-anak saya kelak dan generasi yang akan lahir daripada keluarga kami nanti. Untuk itu, sejak di bangku sekolah lagi saya telah letakkan beberapa syarat bagi seorang wanita untuk hadir dalam hidup saya, dan dialah orangnya.

Dalam masa beberapa bulan saya belajar di sebuah pusat pengajian tinggi di Petaling Jaya, banyak perkara yang telah saya pelajari. Yang paling penting buat saya ialah, bagaimana saya mula mengenali wanita-wanita dalam hidup saya kerana saya sejak dari sekolah rendah
belum pernah bergaul secara langsung dengan seorang wanita pun dan saya amat peka terhadap larangan pergaulan antara lelaki dan wanita kerana saya bersekolah di sebuah sekolah menengah agama lelaki berasrama penuh. Lantaran itu, saya tidak pernah punya hati untuk
memberi cinta atau menerima cinta walaupun peluang itu hadir beberapa kali.

Saya mula mengenali si dia apabila kami sama-sama terpilih untuk mengendalikan sebuah organisasi penting di tempat kami belajar. Ditakdirkan Allah s.w.t, dia menjadi pembantu saya. Dari situlah perkenalan kami bermula.


Dia seperti yang telah saya ceritakan, bertudung labuh dan sentiasa mengambil berat tentang auratnya terutama stokin kaki dan tangannya. Itulah perkara pertama yang membuatkan saya tertarik padanya. Dia amat berhati-hati dalam mengatur butir bicaranya, bersopan-santun
dalam mengatur langkahnya, wajah yang sentiasa berseri dengan iman dan senyuman, dan tidak pernah ke mana-mana tanpa berteman. Suaranya amat sukar kedengaran dalam mesyuarat kerana dia hanya bersuara ketika suaranya diperlukan dan tidak sebelum itu. Saya melihat dia
sebagai seorang mukminah solehah yang amat menjaga peribadinya dan maruah dirinya. Saya tidak pernah bercakap-cakap dengannya kecuali dia punya teman di sisi dan atas urusan rasmi tanpa dipanjangkan- panjangkan. Saya seorang yang amat kuat bersembang dan sentiasa
punya modal untuk berbual-bual seperti kata teman saya, tetapi dengan dia saya menjadi amat pemalu dan amat menjaga. Bagi saya, itulah wajah sebenar seorang wanita solehah. Dia mampu mengingatkan orang lain dengan hanya menjadi dirinya, tanpa perlu berkata-kata
walau sepatah.

Pada hari terakhir saya di sana, saya punya tugas terakhir yang perlu saya selesaikan sebelum saya melepaskan posisi saya dan semua itu melibatkan dia. Sebaik sahaja semua kerja yang terbengkalai itu siap, saya mengambil peluang untuk berbual-bual dengan dia. Saya bertanya perihal keluarga dan apa yang dia rasa bertugas di samping saya untuk waktu yang amat sekejap itu. Alhamdulillah dia memberikan respon yang baik dan dari situlah saya mula mengenali dengan lebih dalam siapa sebenarnya pembantu saya ini. Namun, apa yang memang
boleh saya nampak dengan jelas, dia amat pemalu dan dia amat kekok semasa bercakap dengan saya. Selepas itu barulah saya tahu, sayalah lelaki pertama yang pernah berbual-bual dengan dia bukan atas urusan rasmi sebegitu. Di situlah saya mula menyimpan perasaan, tapi tidak
pernah saya zahirkan sehinggalah saya berada jauh beribu batu daripadanya.

Semasa saya berada di Jordan, saya menghubunginya kembali dan menyatakan hasrat saya secara halus agar dia tidak terkejut. Alhamdulillah, dia menerima dengan baik dan hubungan kami berjalan lancar selama empat bulan sebelum saya balik bercuti ke Malaysia. Kadang-kadang saya terlalai dalam menjaga hubungan kami dan dialah yang mengingatkan. Dialah yang meminta agar kami mengehadkan mesej-mesej kami agar tidak terlalu kerap. Semua itu menguatkan hubungankami dan bagi saya dialah teman hidup yang sempurna buat saya.

Walau bagaimanapun, sewaktu saya pulang ke Malaysia bulan lepas, ummi dapat menghidu perhubungan kami. Saya tahu ummi tidak berapa suka anak-anaknya bercinta tetapi saya tidak pernah menjangka ummi akan menghalangnya. Tetapi perhitungan saya silap, amat silap.

Buat pertama kali, adik perempuan saya memberitahu ummi sudah tahu perihal saya dan ummi tidak suka. Saya tidak pernah menganggapnya sesuatu yang serius sehinggalah ummi bercakap secara peribadi dengan saya pada satu hari. Saya masih ingat lagi kata-kata ummi yang buat
saya tak mampu membalas walau sepatah.

"I haven't found any entry in Islam that permit what you are doing right now. I haven't heard from anyone that love before marriage is permitted. But I know there's no relationship between male and female except for what is very important and official between them. So, may I know what kind of relationship you are having now and I to hear it from your mouth that it is legal in what you have been learning until now." "Not a single phrase, nor a word." "My sweetheart, if you want to build a family, a faithful one, you can never build it on what Allah has stated as wrong and proven false by the way Rasulullah p.b.u.h has taught us. A happy and blessed family come from Allah, and you don't even have anything to defend it as blessed if the first step you make is by stepping into what He has prohibited. You can't have a happy family if Allah doesn't help you so, and you must know in every family that stands until their dying day, they have Allah on their side. You can't expect Him to help you if you did the wrong step from the very beginning."

Saya tiada kata untuk membalas kerana semuanya benar. Saya tahu kebenaran itu sudah lama dulu, tetapi saya tak mampu untuk melawan kehendak nafsu saya sendiri. Saya akui, saya tertipu dengan apa yang dipanggil fitrah, dan apa yang dipanggil sebagai keperluan manusia.
Cinta tak pernah membawa kita ke mana, andai cinta itu bukan dalam lingkungan yang Allah redha. Tiada cinta yang Allah benarkan kecuali selepas tali perkahwinan mengikatnya. Itulah apa yang telah saya pelajari lama dahulu dan dari semua kitab Fiqh yang saya baca, tiada
satu pun yang menghalalkannya. Saya tahu kebenaran ini sudah lama dahulu, tetapi saya tidak kuat untuk menegakkannya. Saya tidak mampu untuk menundukkan kemahuan hati saya. Dan kata-kata ummi memberikan saya kekuatan untuk bangkit kembali dari kesilapan saya selama ini.

Ummi berkata:
"It's not me who want you to make a decision like this, but Allah tells you so."

Saya percaya, itulah yang terbaik buat saya dan dia. Dengan kekuatan itulah saya terangkan kepadanya, dan alhamdulillah dia faham. Amat faham. Walaupun air matanya seakan air sungai yang tidak berhenti mengalir, tetapi dia tahu itulah yang terbaik buat kami. Dia meminta maaf kepada ummi kerana menjalinkan hubungan yang tidak sah dengan saya, tetapi ummi memberi isyarat, janganlah bimbang. Andai ada jodoh kamu berdua, insya-Allah, Dia akan temukan kamu dalam keadaan yang jauh lebih baik dari sekarang.

Hidup saya sekarang lebih tenang kerana tiada apa yang menggusarkan hati saya lagi. Hidup saya lebih suci dan saya boleh bercakap kembali tentang agama saya dengan lebih bebas tanpa dihantui oleh perasaan berdosa. Bagi saya, dan dia, inilah saat untuk kami muhasabah kembali diri kami dan kami betulkan kembali segala kesilapan yang telah kami buat. Inilah saat untuk kami kejar kembali cita-cita kami dan sediakan diri untuk menjadi seorang ibu dan ayah
yang berakhlak mulia dan berperibadi tinggi. Inilah masanya kami insafi kembali keterlanjuran kami dahulu dan memohon moga-moga Allah sudi maafkan kami.

Sesungguhnya Ya Allah, aku insan yang sangat lemah. Aku tidak mampu melawan godaan syaitan yang tidak pernah jemu, juga hambatan nafsu yang tidak pernah lesu. Ampunkanlah aku.

Walau bagaimanapun, perpisahan ini hanya untuk sementara. Saya telah berjanji dengan diri saya sendiri, dialah yang akan jadi teman hidup saya nanti. Sesungguhnya pencarian saya untuk seorang calon isteri telah berakhir. Insan seperti dia hanya satu dalam seribu. Mana mungkin saya melepaskan apa yang amat berharga yang pernah hadir dalam hidup saya. Insya-Allah, sekiranya Allah s.w.t panjangkan umur, sebaik sahaja saya tamatkan pengajian saya di sini, saya akan kembali ke Malaysia dan melamarnya untuk menjadi permaisuri di hati saya. Insya-Allah, saya akan setia menunggu saat itu, dan saya akan berusaha sedaya-upaya saya untuk mengekalkan kesetiaan saya.

"Sekiranya kita telah bertemu dengan seorang insan yang amat mulia sebagai teman dalam hidup kita, janganlah lepaskannya kerana kita tidak tahu bilakah pula kita akan bertemu dengan insan yang seumpamanya."

Siapakah lagi dalam dunia ini yang menjaga adab berjalan antara lelaki dan perempuan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Musa a.s dan puteri Nabi Syuaib a.s beribu-ribu tahun dahulu?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Syukran ala ziaroh... :)