Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2010

Cinta & Harapan ~dengan makna tersendiri dari saya :)


Kemarin hanya tinggal kenangan
Bersama peristiwa semalam
Adakah hari ini yang ku tempuh
Kan bersinar untuk hari esok

(Pastikan hari ini lebih baik dari semalam, dan besok lebih baik dari hari ini! ne belom masuk bab cinta dan harapan, baru intro)

Benarlah apa yang telah dikata
Penantian itu satu penyiksaan (Betul~~)
Kepastian membunuh kerisauan (Husnudzhon dengan Allah)
Ketabahan mendamai keresahan (Harus!)

Dalam dada ada bara cinta yang menyala
Dalam cinta ada kita berdua (ehem! no Love before aqad!)
Tiada siapa bisa mengungkai rindu di jiwa
Dengan iman dapat kita membendungnya (Kembalikan semuanya kepada Allah...)

Hanya kudrat Tuhan
Yang bisa menyatukan
Dan bisa meleraikan
Cinta sesama insan (ha... Ini akhlak seorang Mukmin! contohilah!)

Rahmat kasih sayang
Yang amat diharapkan
Untuk kita abadikan
Kasih di alam cinta bahagia (HAPPY ENDING)

Pengajaran: Ujian itu akan terasa manisnya juka diiringi dengan kesabaran. Setakat mana kita mendalami agama kita dan di mana kita sandarkan cinta kita? ha... tepuk dada tanya iman! jangan tanya nafsu :)

credit to: kumpulan nasyid firdaus

Jumat, 26 Februari 2010

Cinta dan Harapan


Siapa kata cinta itu haram? tidak... Cinta itu tidak haram malah di dalam al Quran Allah s.w.t. berfirman... "maka nikahilah dengan wanita-wanita yang kamu cintai..."

Allah s.w.t menjadikan mata untuk melihat dan di manfaatkan untuk beribadah kepadaNya. Mata merupakan nikmat Allah yang sangat indah, kerana dari mata maka timbul cinta. Namun dari mata juga dapat timbulnya benci. Maka, Allah memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan dari melihat hal-hal yang berbau maksiat kerana selepas mata maka pandangan itu akan turun ke hati. Jika kita melihat sesuatu yang buruk dan dosa maka akan busuk jugalah hati kita. Subhanallah... indahnya aturan yang telah Allah s.w.t tetapkan.

Begitu juga dengan tangan, kaki, mulut, telinga, lidah, hidung, kaki.... Semuanya ada fungsi yang Allah sediakan. Semua indra yang Allah berikan ini dapat mendorong kita untuk menghasilkan cinta. Namun cinta yang bagaimana?

Ingatkah kita pada sejarah Fatimah Az zahra' dan Ali bin Abi tholib. Begitu lama Fatimah menyimpan cintanya kepada Ali kerana ingin menjaga hatinya. Semua lamaran 3 khalifah besar dan sahabat terdekat ayahnya iaitu baginda Rasulullah s.a.w di tolak dan menunggu lamaran dari Ali, anak angkat ayahnya.

Dengan CINTA dan HARAP... Maka akhirnya cinta itu berbuah juga, Ali dengan gagahnya melamar Fatimah, puteri kesanyangan Rasulullah s.a.w. Begitu suci Fatimah menjaga cintanya sehingga membuatkan Ali karamullahu wajhah berani untuk maju melamar Fatimah.

Begitulah cinta yang di ajarkan Islam, Islam tidak sama sekali melarang cinta, namun islam melarang kita menodai cinta.

Lihatlah bagaimana Rasulullah mencintai isteri-isterinya... berhadapan dengan pelbagai kerenah dan sikap, apalagi cemburu yang kadang tidak terkendali. Namun, kerana akhlah Rasulullah yang mulia maka semua isterinya dapat baginda tangani dengan baik.

Masih adakah rijal seperti Rasulullah? Saat saya bertanya kepada teman saya, beliau menjawab, "yang sama persis seperti Rasulullah tidak ada... tetapi yang berusaha mencontohi Rasulullah, Insya Allah ada..."

Subhanallah... betapa indahnya cinta keranaMu...

Rabu, 11 November 2009

Engkau Bukan Tulang Rusukku

Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara: Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka: Kamu dong?
Dara: Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka: (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahawa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kian mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu nggak cinta lagi sama aku!"

Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!"
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.

Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.

Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."

Lima tahun berlalu...

Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.

Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Raka: Apa kabar?
Dara: Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka: Belum.
Dara: Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka: Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah.

Tidak akan ada yang berubah. Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
"Good bye...."

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Syukran ala ziaroh... :)