Selasa, 26 April 2011

Adillah Terhadap Kami

Kami dilahirkan diatas muka bumi ini. Suci, bersih dan kalianlah yang mencorakkan warna keatas diri kami.

Kau corakkan dengan warna putih, maka jadilah aku seorang yang Muslim

Kau corakkan dengan warna kelabu, maka jadilah aku abu-abu seperti Yahudi dan Nasrani

Kau corakkan dengan warna hitam, maka jadilah aku manusia yang tidak percayakan tuhan

Adillah terhadap kami wahai orantua...

Di awal kelahiran kami maka kenalkan kami pada Tuhan yang Satu
Jadikanlah manusia Muwahhid dan Muwahhidah
Jadikanlah kami Soleh dan Solehah
Jadikanlah kami Mujahid dan Mujahidah

Jangan kau jadikan kami hamba kepada ringgit, rupiah, dollar, dinar atau sebagainya
Jangan kau jadikan kami hamba kepada dunia yang sementara
Jangan kau jadikan kami hamba kepada nafsu serakah

Didiklah kami menjadi manusia tawadhu dan bertaqwa
Merasa cukup dengan apa yang ada

Salurkan nafsu kami kepada perkara yang berguna
Didik hati kami menghindari perkara yang hina

Sementara...

Dunia masih bernyawa
dan kiamat belum tiba

Faqir Ilallah
Ummu Sakinah Muhammad

Senin, 25 April 2011

Aku Dan Jodoh Terbaikku


Masalah jodoh dan masa depan memang tidak dapat tidak pasti bermain-main dalam fikiran. Siapa pun yang bernama manusia pasti mengharapkan yang terbaik dalam kehidupannya, begitu juga dengan pasangan hidup.

Namun tahukan kita bagaimana caranya untuk menDEKATkan JODOH yang telah ditetapkan oleh ALLAH swt di lauh mahfuz? Persoalan ini penting kerana selain berdoa kita juga di tuntut untuk berusaha. Di dalam sebuah majalah Islam ada menyatakan cara bagaimana untuk mendekatkan diri kita kepada jodoh kita. Antaranya adalah;

1. Berdoa dengan bersungguh-sungguh dan berusaha dengan tepat.

Doa kita akan dikabulkan oleh Allah swt apabila kita berdoa sesuai dengan ketentuanNya sebagaimana yang diperintahkan Allah swt serta yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Sabda Rasulullah saw "Sesungguhnya doa seseorang itu tidak akan lepas daripada salah satu dari tiga perkara iaitu adakalanya diampuni dosanya, adakalanya diberikan kebaikan segera (dikabulkan permintaanya) dan adakala ditunda pengabulannya." (HR Ad Dailami)

2. Amati orang di sekitar anda.

Semua orang mempunyai jodoh yang dijanjikan Allah. Lumrahnya, kebanyakkan jodoh kita terdiri daripada orang yang tidak jauh daripada kita. Namun, masih ada kemungkinan seseorang itu berjumpa dengan orang yang jauh, seperti orang Malaysia bertemu dengan orang Indonesia ;).

3. Tidak mudah patah semangat

Rasulullah saw pernah bersabda "Allah benci kepada orang yang patah semangat tetapi syaitan sukakannya." Kebanyakkan, orang yang berputus asa dalam memiliki jodoh mula membuat oelbagai tanggapan tentang jodoh. Tanggapan negatif yang sering bermain-main di fikiran hanya menyebabkan semakin sulit bertemu jodoh.

4. Mengisi hati dengan ibadah

Firman Allah swt "Orang yang memelihara solatnya, mereka itulah orang yang akan mewarisi syurga firdaus, mereka kekal didalamnya" (Surah Al Mukmin: 9-11)

5. Menyayangi semua orang di sekitar

Sabda Rasulullah saw yang bermaksud "Mahukah kamu, aku beritahukan tentang sesuatu yang apabila kamu kerjakan kamu akan saling menyayangi? Sebarkanlah salam diantara kamu." (HR Muslim)

6. Sentiasa bersedia bertemu pasangan pada bila-bila masa

Tanggapan perama itu sangat penting. kerana itu persiapkanlah diri anda dalam keadaan sentiasa rapi dan kemas, bersih, harum dan ceria walau dimana jua anda berada. Kerana tidak menolak kemungkinan di suatu tempat yag kita pergi menjadi tempat pertemuan pertama kita dengan bakal pasangan kita.

7. Menyucikan diri

Hati yang bersih akan memancarkan sinar ketulusan di wajah seseorang menyebabkan seseorang itu sejuk dipandang mata. Maka dengan itu mudahlah orang akan jatuh cinta terhadapnya.

8. Cuba melengkapi ciri-ciri lelaki dan wanita idaman.

Perbaiki segala kelemahan dan bersyukur serta istiqomah dengan segala kelebihan. cuba sedaya upaya memasukkan sebanyak mungkin sifat-sifat wanita atau lelaki idaman ke dalam diri sendiri. Sebagaimana kita mengimpikan seorang lelaki atau wanita idaman, bakal pasangan kita juga turut mengimpikannya.

Mulai sekarang berusahalah untuk mendapatkan jodoh terbaik dari Allah. Jangan sesekali putus asa dan bersangka buruk dengan Allah. Jika sudah bertemu dengan pasangan yang diimpikan maka segerakanlah pernikahan menurut syariat. Maka berhadapan dengan halangan maka bersabarlah kerana setiap kesabaran pasti akan berakhir dengan kemanisan.

Uktukum Fillah
Ummu Sakinah Muhammad

Selasa, 22 Maret 2011

Exersice For Muslimah From SunnahFit



PUSH UP memang terasa sangat susah dan berat bagi seorang wanita. Kini SunnahFit mengadakan cara bagaimana untuk Push Up yang mudah bagi para wanita dan Muslimah khususnya.

Untuk latihan WALL SQUAT, anda hanya perlukan masa selama 1 min hingga 1.30 min dan ulanginya sebanyak 2 kali.

Kenapa seorang muslimah harus besenam?

Menjadi seorang Muslimah bukan hanya perlukan kerohanian yang kuat, bahkan kita juga memerlukan jasmani dan fizik yang sehat. Bukan bererti menjadi gagah seperti lelaki, cukuplah kita mempunyai kesehatan agar semua aktiviti harian akan terasa manisnya ibadah!



Lets Try It! ^_~

Selasa, 22 Februari 2011

Kupinang Bidadari Di bumi Kashmir (Recommended Novel) *****


Aku jatuh tersungkur di tanah Kashmir... Tanah tempat aku berjihad untuk meminang bidadari-bidadariku... Laillahaillallah Muhammad Rasulullah ♥

Penulis: Ummu Fauzi
Penerbit: Yamani Angel Sdn. Bhd

Harga: RM15

_________________________________________________

Salim seorang pemuda desa yang cacat. Hidupnya penuh penderitaan tak terperi, sehingga suatu saat cahaya iman dan pencerahan iman datang kepadanya, mengubah Salim dari seorang yang rendah diri dan putus asa menjadi Salim yang bercita-cita mulia.

Setik demi deti, dilalui dan tahap demi tahap ditempuhinya dengan penuh ketekunan dan kesabaran. Tiada lagi penghalang baginya untuk dapat membuka cakrawala Islam dan ketinggiannya. Di dadanya kini membuncah sejuta harapan dan keinginan untuk bisa menunaikan kewajipan mulia dalam Islam. JIHAD FI SABILILLAH. Allah mendengar doa dan pinta Salim, hingga kakiknya dapat juga menjejak di bumi KASHMIR.Di sana pula, Salim akhirnya meminang bidadari.

__________________________________________________

Ikhwanie dan Akhowatie yang berminat boleh berhubung langsung dengan ana melalui blog ini atau email ke dr_daie@yahoo.com.

Harga Malaysia: RM 15 (plus RM5 for Shipping)
Harga Indonedia: Rp ?? (Masih dalam pertimbangan, Insha Allah boleh didapatkan di IBF Maret)

Jazakumullah khoiral Jaza.

Selasa, 25 Januari 2011

Menangis di Malam Pertama



"Saat malam pertama... aku menangis," kata seorang rekan kerja bercerita kepada kami. Suasana santai pada waktu itu mendadak berubah mendengar penuturannya. Sebagian dari kami sudah tidak sabar untuk tahu apa sebabnya. Menghela nafas panjang, ada apakah gerangan. Mengapa seorang laki-laki menangis di saat-saat yang seharusnya membahagiakan seperti itu?

"Kenapa kau malah menangis di saat bahagia seperti itu?," akhirnya keluar juga pertanyaan itu. Pertanyaan yang sebetulnya ada dalam diri semua orang yang mendengar cerita ini.

"Aku menangis karena terbebani dengan pikiran bagaimana caraku mengembalikan hutang untuk resepsi siang tadi." Jawabnya polos. Setelah itu ia pun meneruskan ceritanya lebih detail. Tentang resepsi pernikahannya yang menghabiskan biaya besar. Tentang kemampuan finansialnya saat itu. Sudah berlalu beberapa tahun memang. Tapi ia baru menceritakannya di kesempatan ini.

Ada sebuah hikmah berharga dari apa yang dia yang dialami kawan saya tadi. Banyak kita dapatkan kejadian yang hampir sama. Mungkin hanya keberadaan tangisnya yang berbeda. Karena tuntutan sosial, gengsi, atau keinginan agar menjadi momen luar biasa yang tiada taranya, kita terjebak pada sikap berlebih-lebihan saat melangsungkan walimah; resepsi pernikahan.

Maka tidak sedikit yang kemudian memilih gedung megah untuk pernikahannya. Membuat undangan yang lux dan mahalnya luar biasa. Dekorasi kelas tinggi dengan segala ornamennya yang gemerlap. Bahkan menambahkan acara hiburan dalam walimah itu sebagai suguhan yang mengundang decak kekaguman. Semuanya menjadi memberatkan. Kemampuan finansial sebenarnya belum menjangkaunya. Tapi demi motif yang melatarinya, ia pun rela berhutang. "Biarpun resikonya harus melunasi selama bertahun-tahun," begitu tekad awalnya, "akan kulakukan". Maka yang terjadi kemudian adalah penyesalan...

Ada juga yang memiliki keinginan seperti itu tapi belum genap keberanian sehingga langkahnya masih terhenti. Dalam pikiran ia telah memiliki ruang harapan sekelas itu, namun kekhawatiran masih menggelayuti. Biasanya terjadi pada mereka yang kemampuan finansialnya lebih rendah lagi. Maka akibatnya adalah menunda genapnya separuh agama itu. Menunda dan menundanya lagi. Untuk mahar sebenarnya tidak ada masalah karena budaya Indonesia tidak seperti budaya Arab yang mensyaratkan mahar bernilai puluhan juta. Kemampuan memberikan nafkah kebutuhan primer pun sebenarnya sudah dimiliki. Namun mereka tidak berani melakukan akad mulia yang digambarkan sebagai mitsaqan ghaliidha itu karena dihantui pikirannya sendiri. Ia belum mampu membiayai walimah sekelas bayangan yang selalu menghiasi hari-harinya.

Entah dari mana asal muasal walimah mewah yang justru memberatkan atau malah membuat takut menikah seperti itu. Yang jelas, walimah di dalam Islam yang terpenting adalah i'lan-nya: pengumuman pernikahan, sehingga masyarakat tahu bahwa lelaki muslim dan wanita muslimah telah menikah, menjadi keluarga baru.

Maka kita pun mendapatkan banyak riwayat betapa simple-nya walimah di zaman Rasulullah. Mudah, ringan. Tidak memberatkan. Murah, tetapi tetap meriah. Misalnya ketika Abdurrahman bin Auf menikah. Rasulullah memerintahkannya mengadakan walimah: "Adakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing." Begitu sabda beliau. Saat itu Abdurrahman bin Auf sedang merintis bisnisnya di Madinah. Sebelumnya ia orang yang kaya raya. Kelak juga menjadi orang yang lebih kaya raya lagi; raja bisnis di Madinah. Rasulullah tahu potensi Abdurrahman bin Auf seperti itu. Namun beliau tidak pernah menyuruh Abdurrahman bin Auf menggelar walimah besar-besaran entah dengan hutang atau apa, toh Abdurrahman bin Auf punya potensi membayarnya. Tidak. Rasulullah tidak pernah menyuruhnya berhutang.

Demikian pula kebiasaan Rasulullah sendiri. Dengarlah Anas bin Malik radhiyallaahu anhu menceritakan: "Tidaklah aku saksikan bagaimana Rasulullah menyelenggarakan walimah untuk istri beliau seperti yang aku saksikan saat beliau menikahi Zainab. Baliau menyembelih seekor kambing." Hadits riwayat Imam Bukhari ini menyiratkan betapa walimah dengan seekor kambing sudah termasuk istimewa. Betapa sederhananya dibandingkan relaitas kita hari ini.

Maka bagi Antum yang belum menikah, sesuaikanlah walimah dengan kemampuan finansial antum dan jangan berlebih-lebihan. Semoga tidak ada lagi pengantin yang menangis di malam pertama karena mikir walimah. Dan semoga bukan alasan walimah yang membuat sebagian kita belum juga menikah. [Muchlisin]

Rabu, 15 Desember 2010

Nikah, Tika Harus Menunggu Daulah


Nikah, sebuah keinginan yang tidak dapat diduga tibanya. Adakalanya cepat dan adakalanya lambat bagai menanti bulan jatuh ke riba. Keinginan untuk menikah seiring dengan meningkatnya usia dan kematangan jiwa. Adapula yang usia telah mencecah kepala 3 atau 4 masih juga belum mempunyai keinginan untuk menikah. Sebaliknya ada yang masih usia belasan tahun atau awal 20-an sudah siap untuk menjejaki alam rumahtangga yang penuh mencabar ini.

Entah, nikah sudah tentu tidak semudah kita melontarkan kata-kata. Hari ini berkeinginan, besoknya nikah. Yang pasti, ujian bagi insan-insan yang ingin membina rumahtangga ini tidak kecil. Ia boleh jadi masalah yang menyerabutkan kepala, memeningkan minda, dan boleh jadi akibat dari masalah yang satu ini kehidupan anda rotate 180 degree. Hehehe.

Oklah, saya sendiri tak terlalu ambil kisah jika yang tidak punya keinginan untuk nikah. Bak kata ustaz saya. Life is by your choice. Kehidupan seperti apa yang anda pilih. Namun yang meletakkan agama sebagai sandaran, nikah menjadi salah satu agenda utama dalam kehidupan. Kenapa? Bukankah Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang tidak mengikuti sunnahku maka bukan dari ummatku!

Sebagai pencinta kepada Rasulullah SAW, kita pasti ingin mengikuti setiap langkah dari sunnahnya. Bukankah begitu? Lalu di sinilah letaknya persoalan. Ada yang ingin menikah lalu Allah permudahkan urusannya dan ada juga yang ingin menikah namun dipersulitkan. Yang dipermudahkan maka bersyukurlah kalian kepada Allah SWT yang telah mengurniakan nikmat yang tiada hingga. Dia telah memberikan kalian jalan untuk menundukkan pandangan dan menjaga maruah kalian dari tercemar debu-debu dosa.

Bagaimana pula yang ingin menikah lalu timbul halangan di sana-sini. Nah, disinilah focus point (bukan kedai cermin mata yaaa…) nya. Ketika sedang browsing-browsing dalam kedinginan pagi ditemani rintik-rintik hujan, saya pun teringat. Ya, zaman ini memang agak sedikit sulit bagi kita untuk menegakkan sunnah. Halangan di sana-sini, apalagi dalam sunnah yang dianjurkan ini (baca: nikah).

Kenapa? Kenapa sebuah kebaikan itu perlu dihalang-halang? Jawapannya adalah, pertama, kerana kita tidak siap untuk memindahkan diri (bagi yang menikah) dan anak-anak (bagi ibu bapa) dari fase dibawah jagaan kepada jagaan yang lain atau menjaga anak orang. Jika ibu bapa yang sudah merasa mempunyai kesiapan mental dan fizikal, telah memberikan didikan agama, kemahiran rumahtangga yang cukup kepada anak-anak, maka para ibu bapa akan tahu bahawa pernikahan bukan bermakna anak mereka dibawa lari orang atau anak mereka membawa lari orang, tetapi sebuah pernikahan adalah bertambahnya ahli keluarga, menambah networking (jalinan ukhwah), menambah bilangan umat Rasulullah, melaksanakan sunnah Rasulullah dan menguatkan ikatan agama antara satu sama lain. Lalu, kenapa pernikahan dianggap satu beban? Bukankah di zaman Rasulullah pernikahan itu sederhana, mudah dan barokah. Lalu apa yang kita cari di zaman sekarang wahai muda-mudi dan para ibu bapa?

Tika itu juga terlintas sebuah jawapan di fikiran. Ya, jika zaman ini tidak dapat memudahkan insan-insan yang ingin menegakkan sunnah, maka kita tunggu datang daulah khilafah. Jangan kalian menyangka ini hanyalah perkara utopia. Semua orang tahu bahawa sejarah pasti berulang, maka kegemilangan Islam pasti akan kembali seperti mana di zaman Rasulullah dan para sahabat. Saat daulah tertegak, maka manusia yang adil dan mengikuti hukum Allah SWT akan memerintah bumi ini. Masih adakah yang ingin berlaku zalim trerhadap sesama? Masih adakah yang sanggup mendewakan kehidupan hendonisme atau kehidupan sekuler? Saya pasti tidak akan ada lagi manusia-manusia hendonis dan manusia-manusia sekularis yang berani untuk melontarkan ideologi mereka yang aneh. Jika saat ini saya dianggap aneh, biarlah, kerana anehnya saya kerana Islam. Jika nikah harus menunggu terbitnya atau tegaknya daulah, maka biarlah waktu itu tiba. Masa tidak akan lama, mungkin 4 atau 5 tahun lagi mengikut perencanaan para mujahidin sedunia! Allahu mustaan!

Minggu, 07 November 2010

Istana Mujahidah Shop!

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Alhamdulillah ala kulli hal, ana dalam keadaan baik insha Allah. Akhir-akhir ne ana dapat banyak respon tentang istana mujahidah shop. Alhamdulillah! ana bersyukur kerana tanpa promosi besar-besaran ada yang berminat nak beli juga di shop ana. Insha Allah, Istana Mujahidah sedang mempersiapkan barang-barang jualan dan kedai akan dibuka dalam waktu terdekat biiznallah! :) Jadi yang menunggu harap bersabar ya. Semoga kita dapat beramal dalam kebaikan. Insha Allah... Tarikh launching akan ana nyatakan dalam waktu terdekat.

Al Faqir illallah...

Sakinah Muhammad.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Syukran ala ziaroh... :)